Taman Nasional Bantimurung, The Kingdom of Butterfly

Taman Nasional ini merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang menyuguhkan banyak jenis objek alam. Wisata alam yang ada berupa lembah bukit kapur yang curam dengan vegetasi tropis, air terjun, dan gua yang merupakan habitat beragam spesies fauna, termasuk kupu-kupu.

Taman Nasional ini memang menonjolkan kupu-kupu sebagai daya tarik utamanya. Di tempat ini sedikitnya ada 20 jenis kupu-kupu yang dilindungi. Beberapa spesies unik bahkan endemik atu hanya terdapat di Sulawesi Selatan.

Bantimurung oleh Alfred Russel Wallace dijuluki sebagai The Kingdom of Butterfly . Beliau meneliti lokasi ini Antara tahun 1856-1857. Menurut hasil penelitian Wallace, selama setahun itu, di lokasi tersebut terdapat sedikitnya 250 spesies kupu-kupu.

Lokasi wisata ini juga memiliki dua buah gua yang bisa dimanfaatkan sebagai wisata minat khusus. Kedua gua itu adalah Gua Batu dan Gua Mimpi.

Selain di kawasan Bantimurung, Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung memiliki berbagai macam lokasi ekowisata yang menarik. Di sana terdapat lebih dari 80 Gua alam dan Gua prasejarah yang tersebar di kawasan karst TN Bantimurung-Bulusaraung.

 
Lokasi Taman Nasional Bantimurung
Secara administrasi pemerintahan, kawasan taman nasional ini terletak di wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan atau disingkat Pangkep.

Rute Menuju Taman Nasional Bantimurung
Taman Nasional Bantimurung dapat dijangkau dengan kendaraan pribadi, baik motor dan mobil. Kamu juga bisa naik pete-pete atau angkutan umum dalam bahasa lokal. Aksesnya juga cukup mudah dengan jalanan aspal yang sudah mulus. Dari Makassar, tempat ini dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 – 2 jam.

Untuk ke Bantimurung, transportasi umum yang bisa diandalkan adalah pete-pete. Dari Kota Makassar cari pete-pete dengan tujuan Terminal Daya. Kemudian dilanjutkan dari Terminal Daya naik pete-pete tujuan Pangkajene dan turun di Maros. Setelah turun di depan Pasar Maros, cari lagi pete-pete tujuan Bantimurung.

Perlu sedikit bersabar saat menunggu keberangkatan pete-pete. Seperti umumnya angkot, pete-pete tidak akan jalan kalau belum mencapai jumlah penumpang tertentu.

Jam Buka Taman Nasional Bantimurung
Untuk jam buka kunjungan wisata, taman nasional bantimurung mulai dari jam 06.00 sampai jam18.00.

Tiket Taman Nasional Bantimurung
Tiket masuk Taman Nasional Bantimurung adalah Rp 25.000 per orang. Tiket ini sudah termasuk tiket masuk ke pemandian, gua-gua wisata serta bebas memakai fasilitas yang ada di dalam kawasan.

Daya Tarik Wisata Taman Nasional Bantimurung
Beragam jenis aktivitas wisata menarik dapat dilakukan di dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung.

Berikut delapan di antar daya tarikwisata unggulan, yang coba nativeindonesia.com rangkum untuk menjadi referensi badi calon pengunjung.

Kawasan Wisata Bantimurung

Lokasi ini terletak di kelurahan Kalabbirang. Kawasan ini menyajikan berbagai jenis atraksi wisata menarik. Pengunjung bisa menemukan air terjun yang mengalir deras, aliran sungai dengan tepian berbatu diapit tebing terjal, danau, serta hawa sejuk yang menenangkan.

Bantimurung dikenal luas sebagai “The Kingdom of Butterfly”, seperti julukan yang diberikan oleh Alfred Russel Wallace (1857) karena keanekaragaman dan kelimpahan kupu-kupunya. Di wilayah ini terdapat juga lokasi penangkaran Taman Kupu-kupu yang sekaligus jadi wahana pendidikan konservasi bagi masyarakat umum.

Hulu sungai di Kawasan Wisata Bantimurung berhulu di danau Kassi Kebo yang dikelilingi tebing terjal. Di dekat danau terdapat gua batu yang menyajikan juntaian stalagtit dan tonjolan stalagmit serta keindahan ornamen gua lainnya.

Helena Sky Bridge

Pada kubah penangkaran kupu-kupu taman nasional Bantimurung, pengunjung disuguhi dunia kupu-kupu. Mata dibuat terkesima tak henti menyaksikan kepakan indah sayap kupu-kupu, lincah menari, meliuk-liuk mengitari pengujung lalu hinggap ke bunga.

 
Pada ruang pamer (display room, ,sebagian besar kupu-kupu diawetkan lalu dibingkai untuk dipajang/display. Secara Sederhana terdapat empat tahapan dalam metamorfosis kupu-kupu. Mulai dari telur menjadi ulat atau larva, selanjutnya kepompong dan pada akhirnya menjadi kupu-kupu.

Wahana Helena Sky Bridge tepat melintas di atas penangkaran kupu-kupu Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Berdiri kokoh tower kembar setinggi lebih kurang 20 meter, jembatan gantung memiliki panjang 50 meter membentang di atas area penangkaran seluas 7000 meter persegi.

Untuk mencapai Helena Sky Bridge pengunjung melakukan tracking terlebih dahulu. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan dengan melintasi jembatan gantung sepanjang 50 meter di lereng tebing dengan ketinggian kurang lebih 100 mdpl.

Selain dapat menikmati keindahan taman nasional dari atas, kita juga bisa melihat aneka kupu-kupu yang berada di ‘kubah raksasa’. Sisi kanan kiri terdapat jaring-jaring tempat kupu-kupu leluasa memamerkan keindahan kepakan sayapnya.

Kawasan Prasejarah Leang-leang

Simak juga: desa dengan sejuta batu andesit.

Lokasi ini menawarkan wisata sejarah budaya peradaban manusia purba. Kamu bisa menelusuri tapak kehidupan manusia zaman prasejarah di sini. Terdapat lukisan telapak tangan manusia dan babi rusa yang terpampang di dinding-dinding gua serta beragam artefak di daerah ini.

Kawasan prasejarah ini juga menawarkan pemandangan menawan. Gugusan tebing batu dengan bentuk khas menjulang, membentuk panorama khas dinding karst. Jaraknya sekitar tiga kilometer dari Taman Wisata Bantimurung.

Kawasan Wisata Pattunuang

Jika kamu menyukai aktivitas petualang yang menantang, ini tempat yang cocok. Ada banyak pilihan yang bisa dilakukan di sini, seperti panjat tebing di dinding karst yang menjulang terjal, susur gua-gua vertikal maupun horizontal, atau susur sungai berbatu dan berair jernih. Bisa juga berkemah menikmati kehidupan alam bebas, menjelajah jalur di dalam hutan, atau mendaki di perbukitan karst.

Kawasan Pattunuang juga menyuguhkan beraneka jenis tumbuhan dan satwa liar yang berkeliaran di habitat aslinya. Seperti primata langka Tarsius Fuscus, soa-soa, dan puluhan jenis burung.

Di lokasi terpisah, ada pula legenda “Biseang Labboro” atau perahu terbalik yang membatu di tepian sungai Pattunuang. Pattunuang terletak di desa Samangki, Kecamatan Simbang, Maros.

Kawasan Gua Vertikal Leang Pute

Masih di Desa Labuaja,  merupakan lokasi petualang paling menantang di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Gua vertikal menganga lebar dan dalam akan memacu adrenalin petualang. Dengan lebar 50-80 meter dan kedalaman sekitar 273 meter, Leang Puteh merupakan gua dengan kategori single pitch terdalam di Indonesia.

Pada bagian dasar, gua ini menyambung dengan Gua Dinosaurus yang terletak tak jauh dari mulut Gua Leang Puteh. Untuk menyusuri lokasi ini, butuh keterampilan dan keahlian khusus dan peralatan standar.

Kawasan Pengamatan Satwa Karaenta
Karaenta, di Desa Labuaja, disebut sebagai laboratorium alam yang menawarkan beragam ilmu pengetahuan dan pengalaman yang menarik. Itu karena kekayaan jenis flora dan fauna serta keunikan pemandangan alamnya yang menarik dieksplorasi.

Di Karaenta terdapat kelompok primata Macaca Maura. Dengan keahlian khusus petugas, kelompok kera hitam itu dapat berkumpul dan menjadi atraksi satwa di habitat alami. Terdapat pula gugusan Eboni, atau kayu hitam yang merupakan jenis kayu langka dan bernilai tinggi.

Kawasan Wisata Pegunungan Bulusaraung
Daerah ini terletak di Desa Tompobulu, kecamatan Balocci, kabupaten Pangkep. Desa wisata ini menawarkan suasana pedesaan yang asri, berhawa sejuk, lingkungan terawat, serta budaya masyarakat yang ramah.

Di daerah ini, beragam upacara dan kebiasaan tradisional masih sering dilaksanakan. Kamu bisa menginap di rumah-rumah warga yang juga difungsikan sebagai homestay.

Jika ingin lebih menantang, lanjutkan perjalanan ke puncak Gunung Bulusaraung setinggi 1.353 meter di atas permukaan laut. Jalur pendakiannya membentang sekitar dua kilometer dengan sembilan pos pendakian. Jika beruntung, di sepanjang jalur dapat dijumpai musang, tarsius, serta berbagai jenis burung dan kupu-kupu.

Kawasan Permandian Alam Leang Lonrong
Daya tari utama objek wisata ini adalah aliran air sungai yang mengalir dari gua Leang Lonrong. Gua ini berada di bawah tebing karst, dengan sungai yang mengalir sepanjang tahun.

Objek Wisata Dekat Taman Nasional Bantimurung
Setelah sepanjang hari menghabiskan waktu  menjelajahi banyaknya atraksi wisata di taman nasional Bantimurung, senja hari bisa diisi dengan bersantai menatap sunset di Pantai Losari. Pantai di pusat kota Makasar ini berjarak 40 km dari penangkaran kupu-kupu Taman Nasional Bantimurung.

Bagi pengujung yang ingin merasakan fariasi suasana, setelah sebelumnya mengunjungi objek alam Taman Nasional Bantimurung, bisa beralih ke objek Modern dan canggih Trans Studio Makasar. Objek ini letaknya di pusat kota yang berjarak 40 km dari penangkaran kupu-kupu.

Sudah terbukti kan bahwa Taman Nasional Bantimurung menyimpan segudang pesona indah? Karena itu jangan sampai menyesal ketika Anda sudah meninggalkan Makassar tapi belum sempat mampir. Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menikmati keindahan suasana alami di taman nasional ini.